For Emergencies: (0338)891336
Informasi Puskesmas
03
Sept

Masalah gizi yang menjadi perhatian utama dunia saat ini adalah anak balita pendek (stunting). data riset kesehatan dasar tahun 2013 prevalensi balita stunting sebesar 37,4% artinya 3-4 diantara 10 balita di Indonesia mengalami stunting. anak balita stunting tidak disebabkan oleh keturunan tetapi umumnya oleh kekurangan gizi dan atau mengalami sakit dalam waktu yang relatif lama, terutama pada usia Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). secara umum stunting terutama pada 1000 HPK dapat menyebabkan daya tahan tubuh rendah, kecerdasan rendah dan produktivitas rendah ketika dewasa.

Hasil Bulan Timbang UPT Puskesmas Besuki Februari Tahun 2018 menunjukkan data stunting di angka 30%, lebih tinggi dari target 25% dan bulan Agustus 15,3%, sedangkan data stunting bulan Februari Tahun 2019 di angka 30% masih lebih tinggi dari target yang ditentukan.

Untuk mengatasi masalah tersebut melalui Program Inovasi “BERLIAN” Bersama Responsif Peduli Anak dengan Gerakan Kampung KADARZI nya, UPT Puskesmas Besuki berharap mampu menurunkan angka stunting khusunya di dusun bloro tengah dan kecamatan Besuki pada umumnya.

KADARZI adalah suatu keluarga yang mampu mengenal, mencegah, dan mengatasi masalah gizi setiap anggotanya. Suatu keluarga disebut KADARZI apabila telah melakukan perilaku gizi baik yang dicirikan degan memantau berat badan secara teratur, makan beraneka ragam, mengkonsumsi garam beryodium, memberikan ASI (Air Susu Ibu) sampai usia 6 bulan, serta mendapatkan atau memberikan suplemen gizi. Untuk mewujudkan perilaku KADARZI, sejumlah aspek perlu dicermati. Aspek ini berada di semua tingkatan yang mencakup tingkat keluarga, tingkat masyarakat, dan tingkat pemerintahan.

Masih banyaknya kasus gizi kurang menunjukkan bahwa asuhan gizi di tingkat keluarga belum memadai. Oleh sebab itu diperlukan upaya pemberdayaan melalui pendampingan. Pendampingan keluarga KADARZI adalah proses mendorong, menyemangati, membimbing dan memberikan kemudahan oleh kader pendamping kepada keluarga guna mengatasi masalah gizi yang dialami. 

Melalui Kampung KADARZI ini, UPT Puskesmas Besuki membentuk suatu sistem pendampingan berdasarkan sistem manajemen bertingkat dan melakukan kerjasama lintas sektor untuk membangun suatu penanganan masalah gizi yang holistik. Selain memiliki sistem manajemen bertingkat, Kampung KADARZI juga mengedepankan sistem pelayanan yang holistik dengan melakukan kerjasama dengan berbagai sektor dan lembaga masyarakat, seperti posyandu, kepala desa, dll.